tanamanhidroponiku

tanamanhidroponiku

Manajemen tanam hidroponik supaya bisa panen tiap minggu dirumah

Kali ini tanamanhidroponikku.com akan memberikan tutorial bagaimana caranya supaya kita bisa panen  sayur tiap minggu dirumah, banyak orang bertanya apa bisa dengan lahan sempit dirumah kita bisa memenuhi kebutuhan sayuran kita tiap minggunya? dan juga banyak yang berkomentar kalau mau panen tiap minggu ya harus menggunakan lahan yang luas!

Sebetulnya bisa kok untuk panen tiap minggu dirumah dengan menerapkan manajemen tanam hidroponik. Apakah bisa di terapkan manajemen tanam di lahan yang sempit, atau hanya menggunakan kit hidroponik yang sederhana semisal dengan menggunakan sistem wick atau sumbu? jawabannya tentu saja bisa, lalu bagaimana konsep manajemen tanam hidroponik tersebut, berikut ini akan kami jelaskan.

Pada dasarnya manajemen tanam hidroponik ini berfokus pada pengaturan waktu pembenihan atau peremaian dan juga peremajaan secara bertahap, jadi kita harus melakukan pengaturan pada saat proses pembenihan atau persemaian dirumah, dan yang terpenting kit atau rak hidroponik kita jangan langsung diisi semua dengan tanaman, akan tetapi bertahap dengan rentang waktu yang berbeda.

Berikut ini ilustrasi dari manajemen tanam yang kami lakukan dirumah, kebetulan kami memiliki rak hidroponik dengan jumlah 8 buah pipa, dan masing-masing pipa memiliki 21 lubang tanam, kemudian dirumah kami juga memiliki 2 buah gully yang terbuat dari talang air yang digunakan untuk tempat pembenihan.

Pembenihan/Persemaian Minggu Pertama:


Pembenihan/Persemaian diminggu pertama dilakukan dengan menaruh benih yang sudah diletakan didalam media tanam rockwool dan kita taruh didalam Gully Benih I kemudian kita tunggu sampai satu minggu. Dan jangan lupa perhatikan benih yang akan kita gunakan, lihat tanggal pada bungkusnya jangan sampai sudah kadaluarsa.

Pembenihan/Persemaian Minggu Kedua:


Setelah satu minggu berlalu diminggu kedua ini kita melakukan pembenihan/persemaian lagi tepatnya dihari yang sama dengan minggu pertama kita melakukan pembenihan/persemaian, tidak ada yang berbeda dalam melakukan pembenihan atau persemaian lakukan sama persis dengan yang dilakukan pada minggu pertama. Kemudian benih yang sudah kita semai di minggu pertama di letakan didalam Gully Benih II dan benih yang baru kita semai diminggu kedua ini kita letakkan pada Gully Benih I

Pembenihan/Persemaian Minggu Ketiga:


Setelah dua minggu berlalu diminggu ketiga ini kita melakukan pembenihan/persemaian lagi tepatnya dihari yang sama dengan minggu pertama dan minggu kedua kita melakukan pembenihan/persemaian, tidak ada yang berbeda dalam melakukan pembenihan atau persemaian lakukan sama persis dengan yang dilakukan pada minggu pertama dan minggu kedua. Kemudian benih yang sudah kita semai di minggu pertama di letakan didalam Rak Peremajaan Hingga Panen hanya dua bagian pipa saja dan yang lainnya dikosongkan untuk minggu depannya kembali (disini inti manajemen tanamnya yaitu jangan keseluruhan pipa diisi oleh tanaman) benih yang disemai diminggu kedua diletakkan pada Gully Benih II dan  benih yang disemai di minggu ketiga ini kita letakan pada Gully Benih I.

Pembenihan/Persemaian Minggu Keempat:


Setelah tiga minggu berlalu diminggu keempat ini kita melakukan pembenihan/persemaian lagi tepatnya dihari yang sama dengan minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga kita melakukan pembenihan/persemaian, tidak ada yang berbeda dalam melakukan pembenihan atau persemaian lakukan sama persis dengan yang dilakukan pada minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga. Kemudian benih yang sudah kita semai di minggu kedua  di letakan didalam Rak Peremajaan Hingga Panen pada dua bagian sisa pipa yang masih kosong. Benih yang disemai diminggu ketiga diletakkan pada Gully Benih II dan  benih yang disemai di minggu keempat ini kita letakan pada Gully Benih I.

Pembenihan/Persemaian  Minggu Kelima:


Setelah empat minggu berlalu diminggu kelima ini kita melakukan pembenihan/persemaian lagi tepatnya dihari yang sama dengan minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga, dan minggu keempat kita melakukan pembenihan/persemaian, tidak ada yang berbeda dalam melakukan pembenihan atau persemaian lakukan sama persis dengan yang dilakukan pada minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga, dan minggu keempat. Di minggu kelima ini hasil dari pembenihan minggu pertama sudah bisa kita panen. Kemudian benih yang sudah kita semai di minggu ketiga  di letakan didalam Rak Peremajaan Hingga Panen yang kosong setelah melakukan panen pertama. Benih yang disemai diminggu keempat diletakkan pada Gully Benih II dan  benih yang disemai di minggu kelima ini kita letakan pada Gully Benih I.

Nah tadi sekilas ilustrasi mengenai manajemen tanam hidroponik supaya kita bisa mendapatkan panen sayur tiap minggu dirumah, jadi proses ini akan terus berjalan berurutan secara teratur tiap minggunya. dan tentu saja dibutuhkan semangat untuk rajin dalam melakukan persemaian tiap minggunya.

Untuk lebih jelasnya sudah kami siapkan video tutorialnya proses manajemen tanam yang sudah kami lakukan dirumah, semoga video ini bisa lebih membantu teman-teman semua dalam mewujudkan mimpi panen sayur tiap minggu dirumah. Selamat menyaksikan, jangan lupa subscribe dan likenya terimakasih, Selamat mencoba dirumah, semoga sukses, Hijaukan Indonesia.

 

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Manajemen tanam hidroponik supaya bisa panen tiap minggu dirumah"

  1. Replies
    1. Terimakasih gan sudha berkunjung ke blog sederhana kami, sukses selalu ya untuk hidroponiknya

      Delete
  2. utk kepekatan nutrisi abmix gimana y?masi pemula saya hehe..pengen belajar thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kepekatan nutrisi kami hanya menggunakan rumusan dasar saja yaitu 551 5ml Nutrisi A + 5ml Nutrisi B dalam 1 liter air biasa saja maa, dan pertumbuhannya cukup baik sampai sekarang

      Delete
  3. Gak di cek pake ppm meter gan untuk kepekatannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu mas bahkan bukan hanya PPM nya yang kami cek, tapi juga termasuk PH dan juga suhu yang terdapat didalam air nutrisi, supaya hasilnya maksimal. terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  4. Untuk nutrisi pada tiap usianya sama ngga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman kami untuk sayuran seperti kangkung, bayam, pakcoy dengan sekala kecil seperti dirumah kami, tidak di bedakan nutrisi berdasarkan usia tidak jadi masalah mas, kecuali sudah di lahan yang cukup besar baru benar-benar di bedakan, tapi kalau mas ingin membedakannya juga tidak masalah, silahkan di coba yang terpenting hasil sayurannya baik. Sukses terus ya berhidroponiknya

      Delete
  5. Bang tanya donk, dalam 1 sistem hidroponik yg air mengalir (entah apa namanya) kan ada beberapa pipa dan hole tuh, nah bisa gak diaplikasikan tanaman berbeda beda? Misal di 1 pipa selada, pipa ke 2 caisim, pipa ke 3 cabe dst.. tp popmpa dan bak nutrisi masih bersumber 1 tempat.. hehe mau belajar hidroponik di rmh bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja bisa mas, untuk pemberian nutrisi tidak ada yang berbeda hanya saja untuk beberapa jenis tanaman yang dijadikan satu ditanamnya didalam satu sistem, mas harus melakukan pengaturan pemberian nutrisinya, contohnya kami menanam kangkung dan juga bayam untuk kangkung PH nya 5.5-6.5 dan PPMnya 1050 - 1400 lalu bayam PHnya 6.0-7.0 dan PPMnya 1260 - 1610 maka kita bisa mengambil titik tengahnya untuk nutrisi yang akan kita pakai untuk kedua jenis tanaman tersebut didalam satu pipa, untuk PHnya kita bisa atur diangka 6.0 lalu untuk PPMnya bisa kita atur diangka 1300, jadi memang harus tetap mengacu pada tabel standar nutrisi mas. Tapi saran saya jauh lebih baik jika tanaman buah seperti tomat, cabe dan tanaman jenis sayur dipisah, untuk tanaman buah bias menggunakan sistem tetes dan untuk tanamn sayur bisa menggunakan sistem DFT atau NFT. Terimakasih sudah berkunjung

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan komenter jika terdapat pertanyaan mengenai hidroponik.